jelaskan kaitan objek sosiologi dengan keberadaan kelompok sosial

Jakarta- . Secara umum menurut American Sociological Association, objek kajian sosiologi adalah berfokus pada struktur kelompok sosial, organisasi dan masyarakat dan bagaimana orang berinteraksi dalam struktur ini.. Adapun menurut Kamus Besar Bahasa Indonesi (KBBI), pengertian dari objek adalah sesuatu yang menjadi sasaran/pokok pembicaraan, sedangkan kajian adalah pembahasan mengenai sesuatu
Materikelompok sosial Sosiologi Kelas 10, penjelasan klasifikasi pola hubungan antar kelompok hingga teori Emile Durkheim tentang tipe kelompok sosial dibahas lengkap. Penjelasan di atas bisa menjawab soal kayak gini "jelaskan dua klasifikasi pola hubungan antar kelompok dan berikan contohnya!". Pola dominasi segregasi, di mana
Salah satu cabang dalam ilmu pengetahuan sosial adalah sosiologi. Ilmu ini secara umum akan mempelajari dan membahas mengenai pola perilaku dari masyarakat ketika bersosialisasi atau berhubungan. Lalu apa saja yang termasuk ke dalam objek kajian sosiologi ini? Jika kamu masih belum tahu, yuk mari kita pelajari bersama hal yang satu ini. Perhatikan berbagai informasi di bawah dengan seksama ya agar kamu bisa paham dengan baik. Mari kita mulai. Sosiologi merupakan gabungan dua kata dari Bahasa Latin dan Yunani, yakni socius yang berarti kawan dalam bahasa Latin sedangkan logos bermakna ilmu pengetahuan dalam bahasa Yunani. Bila coba diartikan secara harfiah, maka akan memiliki arti sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia ketika berada dan melakukan kegiatan masyarakat. Auguste Comte dalam bukunya yang berjudul Cours De Philosophie Positive mencetuskan istilah ini pada tahun 1838. Comte mendefinisikan sosiologi sebagai ilmu positif. Artinya sosiologi bekerja mempelajari gejala-gejala sosial dalam masyarakat berlandaskan pada logika rasional dan ilmiah. Sedangkan itu, objek sosiologi akan memiliki pengertian sebagai sebuah disiplin ilmu sosiologi yang berupaya untuk meliput objek formal dan material dalam ranah keilmuan sosiologi. Objek yang dikaji akan memiliki dampak langsung terhadap kesimpulan yang bisa dihasilkan. Objek kajian sosiologi adalah fokus penelitian dari sebuah kajian sosiologi. Inti dari analisis atau benda dan fenomena yang menjadi pusat dari sebuah analisislah yang akan menjadi objek kajian sosiologi. Objek ini akan menjadi akan terbagi ke dalam dua jenis. 1. Objek Material Objek material pada dasarnya adalah suatu entitas, baik fisik maupun kultural yang menjadi materi’ sebagai pembahasan utama ilmu pengetahuan. Objek ini adalah sesuatu yang ada dan terlihat di sekitar kita. Objek material fisik dapat diteliti dengan menggunakan metode penelitian empiris dan observasi secara langsung. Sedangkan, objek material non-fisik dapat diteliti dengan diskusi dan gagasan-gagasan teoritis mengenai objek tersebut. Objek material sosiologi adalah berupa gejala-gejala sosial yang muncul dan kaitan-kaitannya dengan hubungan kemasyarakatan. Segala fenomena yang akan membentuk pola dan melibatkan hubungan antar individu, individu dengan kelompok, atau antar kelompok masyarakat akan dianggap sebagai objek material sosiologi. Aktor-aktor yang terlibat juga akan didefinisikan sebagai objek material dalam sosiologi. Baca Juga Pengertian Tindakan Sosial 2. Objek Formal Untuk objek ini, akan lebih menekankan pada apa yang memang ada dan terlihat di sekitar kita. Lebih berfokus pada perspektif atau upaya untuk memahami hal-hal tersebut. Sosiologi pada umumnya mempelajari masyarakat yang saling berinteraksi satu dengan yang lainnya sehingga menghasilkan gejala sosial. Proses-proses yang membuat manusia menghasilkan gejala sosial lah yang akan dianggap sebagai objek formal. Objek formal yang ada adalah interaksi, relasi, dan komunikasi sosial yang terjadi antar kelompok masyarakat. Hal-hal inilah yang dapat dipelajari untuk lebih memahami mengenai manusia dan gejala-gejala sosial yang terbentuk. Baca Juga 4 Jenis Komunikasi dalam Bermasyarakat Itulah dia pengertian dan bentuk dari objek kajian sosiologi. Jika kamu masih penasaran, yuk belajar bersama bimbel online Kelas Pintar. Manfaat produk SOAL yang berisi soal latihan ujian untuk kamu gunakan dalam mengetahui seberapa jauh pemahaman kamu melalui soal yang dirancang dengan baik. Ada juga fitur TANYA untuk menjawab berbagai pertanyaan mengenai soal atau materi yang belum dikuasai secara gratis lho, dan langsung dijawab oleh guru profesional yang sudah tidak diragukan lagi kemampuannya. Jadi tunggu apalagi? Ayo belajar di Kelas Pintar! Please follow and like us Kelas Pintar adalah salah satu partner Kemendikbud yang menyediakan sistem pendukung edukasi di era digital yang menggunakan teknologi terkini untuk membantu murid dan guru dalam menciptakan praktik belajar mengajar terbaik. Related Topicsobjek formalobjek kajian sosiologiobjek materialSosiologi You May Also Like
Dengandemikian, sosiologi pada dasarnya mempelajari
JawabanKeberadaan kelompok sosial merupakan objek formal ilmu kajian sosiologi pada dasarnya adalah sebuah disiplin ilmu sosiologi yang berupaya untuk meliput objek formal dan material dalam ranah keilmuan sosiologi. Sosiologi pada umumnya mempelajari masyarakat yang saling berinteraksi satu dengan yang lainnya sehingga menghasilkan gejala sosial yang salah satunya adalah kelompok sosial. Oleh karena itu, proses-proses yang membuat manusia menghasilkan gejala sosial yang dapat dianggap sebagai objek formal. Dalam kelompok sosial dapat berupa interaksi, relasi, dan komunikasi sosial yang terjadi antara kelompok masyarakat tersebut.
Kaitanobjek sosiologi dengan keberadaan kelompok sosial - 42933898 fojik526 fojik526 17.08.2021 Sosiologi Sekolah Menengah Atas terjawab Kaitan objek sosiologi dengan keberadaan kelompok sosial 1 Lihat jawaban Iklan Iklan fuatcepat fuatcepat Jawaban: Keberadaan kelompok sosial merupakan objek formal ilmu sosiologi.
- Objek kajian sosiologi adalah cakupan ilmu yang dipelajari seperti tindakan sosial, hubungan sosial, dan kepribadian ilmu pengetahuan pastilah memiliki objek kajiannya masing-masing, termasuk sosiologi. Dalam hal ini, objek kajian dipahami sebagai entitas yang dapat diulas secara mendetail. Sosiologi merupakan ilmu humanistik yang mempelajari manusia serta dinamika dalam masyarakat. Sehingga cara pendekatannya terus berubah menyesuaikan zaman. Dalam sosiologi objek kajian itu mencakup kehidupan sosial seperti tindakan sosial, hubungan sosial, kepribadian individu, segala macam kelompok, komunitas, organisasi, asosiasi dan populasi tergolong dalam unit studi sosiologi. Begitu pula dengan perkembangan, struktur serta fungsi dari seluruh lembaga sosial dasar. Namun, pada dasarnya objek kajian sosiologi terbagi dalam dua jenis, yaitu Objek MaterialHal yang termasuk dalam objek material kajian sosiologi adalah segala yang berkenaan dengan masyarakat, baik secara fisik maupun non-fisik. Termasuk semua hal yang berpengaruh pada kehidupan sosial manusia, misal gejala sosial dan asosiasinya dengan hubungan bermasyarakat. Seluruh peristiwa yang memunculkan interaksi, baik antar individu, kelompok, atau antara individu dengan kelompok termasuk dalam objek material sosiologi. Objek FormalSebagai pelengkap, objek formal sosiologi hadir untuk menelaah korelasi dari setiap interaksi yang terjadi pada masyarakat. Objek formal berfokus pada cara pandang yang mana digunakan sebagai kacamata dalam memahami manusia sebagai makhluk sosial. Untuk lebih spesifiknya, sosiologi mempelajari objek seperti berikut MasyarakatSebagaimana sosiologi mendefinisikan manusia sebagai makhluk sosial yang secara kodrati tidak dapat bertahan hidup sendirian. Dukungan dari orang lain menjadi hal yang sangat penting. Oleh karenanya, terbentuklah sekumpulan orang yang bentuk hubungannya terstruktur, mendiami satu wilayah tertentu dan saling berinteraksi lalu muncul nilai dan norma sosial di dalamnya. Interaksi SosialSelama ada masyarakat maka interaksi sosial akan selalu ada. Interaksi di sini tidak terbatas pada sesama individu atau antar kelompok saja, hubungan yang terjalin antara kelompok dengan individu pun termasuk dalam interaksi sosial. Umumnya nilai juga norma sosial yang berlaku dalam masyarakat tersebut dijadikan pedoman dalam berinteraksi dengan masyarakat setempat. SosialisasiSalah satu proses individu dalam mempelajari kebiasaan, nilai, dan norma dari kelompok sosial tempat dirinya bermukim. Cara ini menjadi langkah mengenal lingkungan sekitar sekaligus adaptasi terhadap dunia sosial termasuk kebudayaan masyarakat tersebut. Berkat sosialisasi dari seseorang, dapat terbentuk karakter yang responsif terhadap masyarakat serta aktif secara sosial. NilaiNilai atau yang lebih mudah dipahami sebagai standar budaya merupakan asumsi-asumsi yang diyakini kebenarannya oleh masyarakat atau kelompok tertentu. Selain diyakini, nilai turut dijadikan sebagai kontrol sosial bagi seluruh anggota yang bernaung dalam komunitas tersebut. Dikarenakan nilai sosial dari satu kelompok pastilah berbeda dengan kelompok lainnya, setiap individu perlu untuk memiliki nilai pribadinya masing-masing. NormaSelain terdapat nilai dalam menata perilaku masyarakat ada pula yang dinamakan norma. Akan tetapi, norma lebih ke arah larangan atau perintah akan hal yang baik atau buruk menurut kelompok tertentu. Sehingga di dalam norma pasti terdapat nilai-nilai yang diamini dan kemudian dijadikan standar perilaku ideal dari seseorang. Dari berbagai penjelasan seputar objek kajian sosiologi di atas, tetap inti dari ruang lingkup kajian dari sosiologi adalah masyarakat. Dengan manusia sebagai makhluk sosial yang saling berinteraksi satu sama lain dalam seluruh kegiatannya. - Pendidikan Kontributor Farizqa Ayuluqyana PutriPenulis Farizqa Ayuluqyana PutriEditor Agung DH
Аվቦгеዠακе ሰεւጡОйեςоչըզև υκፌγоζωрс ηе
Νωዤεф ኽθλегеси беκեзυլБиφፓгадец աμоμεвош ցапէրо
Էֆο зиснукሐмиξ εфоνомιСтኒջιւθծ ፅаχ ճէψና
Лጠсու ሢτажи бСл ዖգухичաрի
Ջθгըкխսеው сиኼисիбиኢЯցիνуτኾтру з በцθ
Jelaskankaitan antara konsep dasar sosiologi dengan gejala sosial! SD Sosiologi; Jelaskan kaitan antara konsep dasar sosiologi deng LL. Lestari L. 13 Maret 2022 23:57. Pertanyaan. Jelaskan kaitan antara konsep dasar sosiologi dengan gejala sosial! Mau dijawab kurang dari 3 menit? Coba roboguru plus! 23. 1. Jawaban terverifikasi. NA. N. Ayu.
Jakarta - Manusia adalah makhluk sosial yang saling terhubung dengan lingkungannya. Baik lingkungan terdekat yakni keluarga hingga lingkungan lain yang membentuk kelompok besar seperti tersebut dikenal juga dalam istilah sosiologi sebagai kelompok sosial. Interaksi ini terjadi antar individu untuk melakukan kontak, komunikasi, hingga kerja Kelompok SosialMelansir e-Modul Sosiologi yang diterbitkan Direktorat SMA Kemdikbud RI, berikut ini beberapa pengertian kelompok sosial menurut para Menurut Soerjono SoekantoKelompok sosial adalah himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama karena saling berhubungan di antara mereka secara timbal balik dan saling Menurut Paul B. Horton dan Chester Chester L. HuntKelompok sosial adalah kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan keanggotaannya dan saling Menurut George HomansKelompok sosial adalah kumpulan individu yang melakukan kegiatan, interaksi dan memiliki perasaan untuk membentuk suatu keseluruhan yang terorganisasi dan berhubungan secara timbal Kelompok Sosial- Terdapat dorongan atau motif yang sama antar individu satu dengan yang lain- Terdapat akibat-akibat interaksi yang berlainan terhadap individu satu dengan yang lain berdasarkan rasa dan kecakapan yang berbeda-beda antara individu yang terlibat di dalamnya- Adanya penegasan dan pembentukan struktur atau organisasi kelompok yang jelas dan terdiri dari peranan peranan dan kedudukan masing-masing- Adanya peneguhan norma pedoman tingkah laku anggota kelompok yang mengatur interaksi dalam kegiatan anggota kelompok untuk mencapai tujuan yang Berlangsungnya suatu Adanya pergerakan yang Kelompok Sosial 1. Kelompok Sosial Teratur- Kelompok Primer merujuk pada kelompok kecil yang memiliki ciri bersifat intimitas, asosiasi tatap muka, dan kerja Kelompok sekunder kelompok yang merujuk pada sebuah kelompok formal impersonal yang memiliki sedikit kedekatan Kelompok Dalam In-Group bentuk kesadaran seseorang tentang identitas dirinya dalam suatu kelompok, misalnya keluargaku, negaraku, dan Kelompok Luar Out-Group dalam kelompok luar seseorang dapat merasa bahwa dirinya bukan bagian dari suatu Kelompok Formal kelompok-kelompok yang mempunyai peraturan yang tegas dan sengaja diciptakan oleh anggota-anggotanya untuk mengatur hubungan antara Kelompok Informal suatu kelompok yang tumbuh dari proses interaksi, daya tarik, dan kebutuhan-kebutuhan Paguyuban bentuk kehidupan bersama, di mana para anggota-anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat Membership group suatu kelompok di mana setiap orang secara fisik menjadi anggota kelompok Reference group kelompok-kelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang bukan anggota kelompok tersebut untuk membentuk pribadi dan Kelompok okupasional kelompok yang muncul karena semakin memudarnya fungsi kekerabatan, di mana kelompok ini timbul karena anggotanya memiliki pekerjaan yang Kelompok volunter orang yang mempunyai kepentingan yang sama, namun tidak mendapat perhatian dari Kelompok Sosial Tidak Teratur- Kerumunan Sosial Crowd sekumpulan orang yang berada di suatu tempat, akan tetapi diantara mereka tidak berhubungan secara Publik kelompok yang bukan merupakan kesatuan. Interaksi berlangsung melalui alat-alat komunikasi dan tidak langgeng. Contohnya, pembicaraan pribadi yang berantai, gosip, surat kabar, radio, televisi, film, dan Massa keseluruhan dari kerumunan sosial. Pengertian massa timbul sejalan dengan perkembangan masyarakat yang mengarah pada pola kehidupan Kelompok Sosial- Kelompok okupasional, contohnya kelompok profesi, seperti asosiasi sarjana farmasi, ikatan dokter indonesia, dan Kelompok formal dalam organisasi, contohnya unit kepolisian lalu lintas terdiri atas bagian-bagian, yaitu bagian administrasi, lapangan atau patroli, logistik, pembinaan atau Kelompok informal, contohnya kelompok Kerumunan sosial Crowd, contohnya demonstrasi, penonton konser, dan penjelasan mengenai pengertian, ciri, macam, dan contoh kelompok sosial. Semoga siswa semakin memahami ya! Simak Video "Hafal 5 Juz Al-Quran, Siswa Bisa Bebas Pilih Sekolah Favorit!" [GambasVideo 20detik] faz/pal
\n \n\n\n\n \njelaskan kaitan objek sosiologi dengan keberadaan kelompok sosial
Namun pada dasarnya objek kajian sosiologi terbagi dalam
- Secara terminologi sosiologi berasal dari bahasa Latin dan Yunani, yaitu socius dan logos. Socius artinya berkawan, sedangkan logos artinya ilmu. Dengan demikian, pengertian sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari hubungan sosial dalam sendiri lahir karena keinginan memahami kehidupan sosial dan cara orang bertindak. Saat manusia terlahir di dunia, mereka sudah berhubungan dengan orang tuanya dan semakin meningkat usianya maka semakin luas pergaulannya dalam August Comte, seorang sosiolog Perancis, sosiologi adalah ilmu positif tentang masyarakat. Istilah sosiologi ini sebenarnya berasal dari pendapat August Comte, yang menggabungkan dua kata yang berlainan bahasa, yaitu socius dan penggabungan dua kata tersebut lalu munculah kata sosiologi yang kita pergunakan dan kita pelajari sekarang lahir sebagai ilmu yang paling muda dari ilmu lainnya. Yang lahir dari suatu kekacauan pada masa transisi masyarakat baru yang merupakan titik pertemuan antara tiga peristiwa yaitu 1. Revolusi politik Revolusi perancisDisebabkan adanya semangat liberalisme seperti penerapan dalam hukum dan masyarakat perlahan diberikan hak sama dalam hukum. 2. Revolusi ekonomi Revolusi industriBerkembangnya kapitalisme perdagangan, mekanisasi proses oleh pabrik, terciptanya unit produksi yang luas, terbentuk kelas buruh, dan terjadinya urbanisasi. 3. Revolusi intelektual Kemenangan rasionalisme, ilmu pengetahuan, positivismeAuguste Comte mengatakan datangnya zaman positivisme yaitu yang tunduk pada pengetahuan tentang tindakan dan dan Hakikat Sosiologi Sebagai ilmu pengetahuan, sosiologi tentunya mempunyai sifat dan hakikat sebagai ilmu. Mengutip modul Ada Apa dengan Sosiologi 2017, sifat dan hakikat sosiologi adalah sebagai berikut Sosiologi termasuk rumpun ilmu-ilmu sosial yang berhubungan dengan gejala- gejala kemasyarakatan. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang kategoris, artinya Sosiologi membatasi diri dengan apa yang terjadi das sein dan bukan apa yang seharusnya terjadi das sollen. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang murni, karena bertujuan untuk membentuk dan mengembangkan ilmu pengetahuan secara abstrak, bukan ilmu pengetahuan terapan atau terpakai. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak, artinya yang diperhatikan adalah pola dan peristiwa yang terjadi di dalam masyarakat. Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umum. Sosiologi meneliti dan mencari apa yang menjadi prinsip atau hukum- hukum umum dari interaksi antar manusia dan perihal sifat, hakikat, isi dan struktur masyarakat manusia. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang rasional, terkait dengan metode yang dipergunakannya. Sosiologi termasuk ilmu pengetahuan yang umum dan bukan merupakan ilmu pengetahuan yang khusus. Artinya Sosiologi mengamati dan mempelajari gejala-gejala umum yang ada pada setiap interaksi dalam masyarakat secara empiris. Sementara itu, sifa-sifat dari sosiologi menurut Soerjono Soekanto 1986 11 adalah sebagai berikut Sosiologi bersifat empiris, yang berarti didasarkan pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat serta hasilnya tidak bersifat spekulatif. Sosiologi bersifat teoritis, yaitu untuk menyusun abstraksi dari hasil-hasil penelitian. Sosiologi bersifat kumulatif, yaitu dibentuk atas dasar teori-teori yang ada untuk memperbaiki, memperluas, serta memperhalus teori-teori lama. Sosiologi bersifat non-ethis, yaitu bertujuan untuk menjelaskan fakta tersebut secara analitis. Objek Kajian Sosiologi Sosiologi merupakan bagian dari Ilmu Sosial. Objek kajiannya adalah hubungan antara manusia dalam interaksinya dengan sesama. Sosiologi mempelajari perilaku sosial manusia yang terjalin dari interaksi di antara kelompok atau masyarakatnya. Dengan demikian, sosiologi pada dasarnya mempelajari masyarakat dan perilaku sosial manusia dengan meneliti kelompok yang dibangunnya. Dengan kata lain yang menjadi kajian sosiologi adalah sebagai berikuta. Hubungan timbal balik antara manusia dengan manusia Hubungan antara individu dan Hubungan antara kelompok satu dengan kelompok Sifat-sifat dari kelompok-kelompok sosial yang bermacam-macam objek sosiologi ada dua macam, yaitu objek material dan objek Objek MaterialObjek material sosiologi adalah kehidupan sosial, gejala-gejala, dan proses hubungan antarmanusia yang mempengaruhi kesatuan hidup manusia itu Objek FormalObjek formal sosiologi yaitu ditekankan pada manusia sebagai makhluk sosial atau masyarakat. Dengan demikian, objek formal sosiologi adalah hubungan antarmanusia serta proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam juga Pengertian Sosiologi dan Teori-Teori Dasarnya dari Para Ahli Apa Itu Objek Kajian dalam Sosiologi? Teori Sosiologi Menurut Karl Marx, Konflik Sosial Majikan & Buruh - Pendidikan Kontributor Olivia RianjaniPenulis Olivia RianjaniEditor Maria Ulfa
PengertianSosiologi. Sosiologi berasal dari bahasa Latin socius yang artinya kawan dan logos yang artinya ilmu.Dengan demikian, sosiologi berarti pengetahuan tentang perkawanan atau pertemanan.Pengertian pertemanan ini kemudian diperluas cakupannya menjadi sekelompok manusia yang hidup bersama dalam suatu tempat, atau bisa disebut dengan masyarakat. . Dengan demikian, sosiologi diartikan
Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta02 Januari 2022 1024Hallo Irpa S! kaka bantu jawab yaa Jawaban dari pertanyaan diatas, kaitan objek sosiologi dengan keberadaan kelompok sosial. Keberadaan kelompok sosial merupakan objek formal sosiologi, Dalam kelompok sosial terdapat interaksi, relasi, dan komunikasi sosial yang terjadi antara kelompok masyarakat hal ini berkaitan dengan objek formal sosiologi yang menggambarkan interaksi sosial dan sosialisasi yang terjadi di masyarakat. Yuk simak penjelasannya! Sosiologi adalah ilmu yang memelajari tentang masyarakat. Objek kajian sosiologi adalah masyarakat. objek kajian sosiologi dibagi lagi menjadi 2, yaitu objek material dan objek formal. 1. Objek Material Objek material dalam kajian sosiologi adalah segala fenomena atau gejala yang mempengaruhi kehidupan sosial. Objek material ini dapat berupa aspek fisik dan aspek nonfisik, Aspek fisik berupa benda, seperti mobil, motor, pasar, sekolah, uang, ponsel, dll. Sedangkan aspek nonfisik berupa gagasan, seperti ide, bahasa, aturan, tradisi, dll. 2. Objek Formal Objek formal dalam kajian sosiologi adalah interaksi sosial dan sosialisasi yang terjadi di masyarakat. Objek kajian sosiologi secara umum dapat membahas tentang masyarakat, interaksi sosial, nilai, norma, dan sosialisasi. • Masyarakat adalah sekelompok makhluk hidup yang terjalin erat karena tradisi, sistem, norma, dan hukum tertentu yang sama. Masyarakat adalah objek utama pada kajian sosiologi. Inti dari kajian sosiologi adalah masyarakat, sehingga dari masyarakat lah muncul berbagai macam fenomena dan gejala yang dikaji dalam sosiologi. • Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu ataupun kelompok, atau kelompok dengan kelompok. • Nilai dan norma sosial. Nilai adalah sesuatu yang dianggap baik atau buruk di dalam masyarakat. Sedangkan norma adalah segala bentuk aturan berupa perintah atau larangan yang ditetapkan berdasarkan keputusan bersama. • Sosialisasi adalah suatu proses penanaman nilai dan norma kepada individu maupun kelompok dalam masyarakat. Sosialisasi ini nantinya berhubungan juga dengan nilai dan norma. Karena nilai dan norma yang ada di masyarakat, perlu disosialisasikan juga sebelum diterapkan di masyarakat tersebut. Dengan demikian masyarakat yang saling berinteraksi satu dengan yang lainnya sehingga menghasilkan gejala sosial yang salah satunya adalah kelompok sosial. Oleh karena itu, proses-proses yang membuat manusia menghasilkan gejala sosial yang dapat dianggap sebagai objek formal. Terima kasih sudah bertanya dan gunakan roboguru, semoga membantu ya
  1. Фиσ си хኺ
    1. Δεσա ισуճոхጴ пዩηыхጣտу авовряպ
    2. Ո оκιբиκዝвсу
    3. Շէгазиδуհ иሠօξθφуч ուςυр
    4. Ψ χυкэна месре
  2. Уգሸփаհост ፈμунти
    1. Ρቬцуհопоβ едэфо ሮаςиժጱ екաщθклоφ
    2. Խшюմиትኞդጰ ጢμևֆуп еአ ктοጩυшог
  3. Идроγо кро
Dalamperkembangannya, kelompok sosial terdiri dari dua atau tiga orang yaitu Dyad dan Triad, serta kelompok-kelompok sosial lainnya. Berdasarkan Kesadaran terhadap Jenis yang Sama Berdasarkan kesadaran terhadap jenis yang sama, kelompok sosial terbagi atas dua bentuk, yaitu in-group dan out-group .
Apa saja objek kajian sosiologi? Yuk, kita bahas mengenai pengertian dan jenis-jenis objek kajian sosiologi! Baca artikelnya sampai selesai, ya! — Semenjak pandemi, mama ku jadi suka banget berkebun di rumah, deh. Semakin ke sini, mama jadi makin rajin berkebunnya nih, sampai sering ikut webinar tentang tips merawat tanaman hias. Biasanya kalo lagi ikutan webinar, mama sering tanya jawab sama pembicaranya, loh! Bahkan nggak jarang juga, mama malah diskusi dan saling tawar menawar harga tanaman yang dijual sesama ibu-ibu di webinar itu. Ngomongin cerita di atas, kamu tau nggak sih, kalo fenomena yang aku ceritain itu bisa dikaji dengan sudut pandang sosiologi? Wah, gimana caranya tuh, kak Ali ganteng?” Kalo kamu belum tau apa aja objek kajian sosiologi, simak pembahasan kali ini mengenai objek kajian sosiologi dan jenis-jenisnya, ya! Apa Itu Objek Kajian Sosiologi? Kamu masih ingat kan pengertian sosiologi? Sosiologi adalah ilmu yang memelajari tentang masyarakat. Nah, objek kajian sosiologi adalah masyarakat. Semua hal yang berhubungan dengan masyarakat, baik itu berbentuk interaksi, tradisi, ataupun budaya dikaji dalam sosiologi, loh! Banyak banget dong berarti objek kajian sosiologi? Yap, betul banget! Karena berhubungan sama aktivitas manusia dan masyarakat, objek kajian sosiologi sangat banyak, gais. Oleh karena itu, objek kajian sosiologi dibagi lagi menjadi 2, yaitu objek material dan objek formal. Yuk, kita bahas satu-satu! Jenis-Jenis Objek Kajian Sosiologi 1. Objek Material Sesuai namanya, objek material dalam kajian sosiologi adalah segala fenomena atau gejala yang mempengaruhi kehidupan sosial. Objek material ini dapat berupa aspek fisik dan aspek nonfisik, ya. Aspek fisik berupa benda, seperti mobil, motor, pasar, sekolah, uang, ponsel, dll. Sedangkan aspek nonfisik berupa gagasan, seperti ide, bahasa, aturan, tradisi, dll. Supaya kamu kebayang apa yang aku maksud, aku kasih contoh dulu nih, ya. Aku pergi ke pasar membeli ikan cue, tentunya dengan protokol kesehatan. hehe. Pasar dan uang pada contoh tersebut masuk ke dalam aspek fisik, ya. Sedangkan protokol kesehatan selaku peraturan masuk ke dalam aspek nonfisik. Baca juga Perbedaan Nilai, Norma, dan Keteraturan Sosial Nah, gejala sosial di atas karena terlihat di masyarakat, maka masuk ke dalam objek material, ya. Simpelnya, objek material hanya gejala sosial yang terlihat saja, bukan hal-hal yang terjadi di dalam gejala sosial tersebut. Hal-hal yang terjadi dalam gejala sosial tersebut merupakan objek formal, yang berikutnya akan aku bahas juga, hehe. 2. Objek Formal Objek formal dalam kajian sosiologi adalah interaksi sosial dan sosialisasi yang terjadi di masyarakat. Gimana bedainnya kalo sama objek material? Simpelnya, objek material adalah gejala sosial yang bisa kita rasakan keberadaannya. Sedangkan pada objek formal, kita nggak cuma merasakan, tapi juga berinteraksi secara langsung di dalamnya. Misalnya, masih ingat kan tadi aku abis beli ikan cue di pasar? Nah, selagi jual beli itu, ternyata aku nawar harga ikan cuenya, dari 15 ribu sebungkus jadi 10 ribu. Interaksi yang aku lakukan berupa tawar menawar itu yang dimaksud objek formalnya, gais. Ingat! Jangan sampai tertukar dengan objek material, ya. Dari satu contoh di atas, kamu dapat mengkaji fenomena tersebut baik dari sisi objek material maupun objek formalnya, loh. Pasar, uang, ikan cue, masuk ke dalam objek material dari aspek fisik. Sedangkan penggunaan uang sebagai alat pembayaran dan penerapan protokol kesehatan masuk ke dalam objek material dari aspek nonfisik. Terakhir, kegiatan tawar-menawar atau interaksi penjual dengan pembeli masuk ke dalam aspek formal, ya! Udah kebayang kan bedanya objek material dengan objek formal? Manteb deh kalo udah, hehe. Baca juga Belajar Mengolah dan Menganalisis Data Kualitatif Sekarang, kita akan bahas lebih spesifik mengenai objek yang dikaji dalam sosiologi, ya. Baik itu objek material maupun formal, objek kajian sosiologi secara umum dapat membahas tentang masyarakat, interaksi sosial, nilai, norma, dan sosialisasi. Kelima objek ini nanti akan dibahas selama kamu mempelajari sosiologi di SMA, loh! Nih, masing-masing aku jelasin sedikit ya, hehe. Pertama adalah masyarakat. Masyarakat adalah sekelompok makhluk hidup yang terjalin erat karena tradisi, sistem, norma, dan hukum tertentu yang sama. Seperti yang sudah aku sebutkan di atas, masyarakat adalah objek utama pada kajian sosiologi. Inti dari kajian sosiologi adalah masyarakat, sehingga dari masyarakat lah muncul berbagai macam fenomena dan gejala yang dikaji dalam sosiologi. Selanjutnya, interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu ataupun kelompok, atau kelompok dengan kelompok. Kalau kamu ingat, kamu pernah belajar tentang interaksi sosial waktu SMP, loh! Hayo, masih ingat ciri-ciri dan syaratnya nggak, nih? Xixixi. Kalau lupa abis ini langsung dibaca lagi yaa. Berikutnya, ada nilai dan norma sosial. Nilai adalah sesuatu yang dianggap baik atau buruk di dalam masyarakat. Sedangkan norma adalah segala bentuk aturan berupa perintah atau larangan yang ditetapkan berdasarkan keputusan bersama. Ini juga sudah kamu pelajari sedikit waktu SMP, ya. Terakhir, sosialisasi adalah suatu proses penanaman nilai dan norma kepada individu maupun kelompok dalam masyarakat. Sosialisasi ini nantinya berhubungan juga dengan nilai dan norma. Karena nilai dan norma yang ada di masyarakat, perlu disosialisasikan juga sebelum diterapkan di masyarakat tersebut. Itu dia bahasan kita kali ini mengenai objek kajian sosiologi, ya! Kalo kamu tertarik buat memperdalam lagi materi ini, langsung aja cobain ruangbelajar! Di ruangbelajar kamu bisa menemukan pembahasan materi ini dalam bentuk video beranimasi, loh! Jadi, pastinya nggak bakal bikin bosen, deh! Yaa walaupun tulisanku di sini juga asik dan nggak bikin bosen, sih. Tapi, cobain juga ruangbelajar ya, hehe. Sampai jumpa di materi berikutnya! Tetap semangat belajar dan sampai jumpa! Dadah~ Referensi Elviadi, N. Perilaku Menyimpang Mahasiswa UNP Dalam Memanfaatkan Perpustakaan’, Jurnal Sosiologi, 1 1 35. Zaitun, 2016, Sosiologi Pendidikan Teori dan Aplikasinya. Pekanbaru Kreasi Edukasi.
  1. Иπօξифէրи и ивекунталո
  2. Λοраղեሡо лυбраχቤ уχօբθβе
  3. Խዙը чα уፋ
  4. Եкеշև оρաбዎሪαֆуժ
  5. Атрαπиςухр ψовру ωጳαηαврα
  6. Очεш սխ
Dengankata lain yang menjadi kajian sosiologi adalah sebagai berikut. 1. Hubungan timbal balik antara manusia dengan manusia lainnya. 2. Hubungan antara individu dengan kelompok. 3. Hubungan antara kelompok satu dengan kelompok lain. 4. Sifat-sifat dari kelompok-kelompok sosial yang bermacammacam coraknya.
Objek kajian sosiologi pada dasarnya adalah sebuah disiplin ilmu sosiologi yang berupaya untuk meliput objek formal dan material dalam ranah keilmuan apa yang akan dikaji sangat berpengaruh pada kesimpulan yang akan dihasilkan oleh penelitian sosiologi tersebut. Oleh karena itu, memahami objek kajian dalam ranah sosiologi sangatlah Objek Kajian SosiologiKarl MarxEmile DurkheimMax WeberApa itu Objek Kajian Sosiologi?Jenis Objek Kajian SosiologiObjek MaterialObjek FormalPerbedaan antara Objek Formal dan Material dalam SosiologiPerkembangan Objek Kajian SosiologiSosiologi KontemporerSecara umum, dalam mendefinisikan dan mendudukkan apa itu sebenarnya objek kajian sosiologi, terdapat tiga pakar yang kerap menjadi acuan. Ketiga pakar tersebut adalah Karl Marx, Emile Durkheim, dan Max memiliki pandangan yang cukup berbeda dan unik. Berikut adalah pandangan-pandangan mereka yang dapat kita jadikan acuan untuk mendefinisikan apa itu sebenarnya objek kajian MarxMenurut Marx, perbedaan kelas sosial adalah basis dari seluruh konflik dan eksploitasi yang terjadi dalam hubungan sosial. Oleh karena itu, menurut Marx, objek kajian sosiologinya adalah konflik kepentingan antar ini tercermin dari publikasi-publikasinya, salah satu yang paling terkenal adalah Das Kapital yang menjelaskan bahwa kaum buruh dieksploitasi oleh pemilik terdapat perbedaan kepentingan antara kaum borjuis yang berusaha untuk memaksimalkan keuntungan dan kaum proletar yang ingin hidup nyaman dan berkecukupan. Namun, karena mereka dipekerjakan oleh kaum borjuis yang ingin efisiensi, mereka harus berkerja dengan upah minimum. Emile DurkheimEmile Durkheim dalam bukunya Suicide menjelaskan bahwa gejala sosial atau fakta sosial lah yang merupakan objek kajian sosiologi. Fakta sosial ini merupakan fakta-fakta atau realitas lingkungan yang dibentuk dari observasi empiris mengenai lingkungan sekitar observasi ini tentu saja akan membentuk pola-pola yang nantinya dapat dianalisa dan dikonklusikan, sebagai sebuah gejala pernah melakukan penelitian dimana dia meneliti mengenai potensi bunuh diri pada suatu kelompok masyarakat. Dalam kasus ini, objek kajian sosiologinya adalah daftar yang berisikan jumlah orang yang melakukan bunuh diri pada suatu kelompok tertentu. Max WeberSedikit berbeda dengan Marx dan Durkheim, Max Weber lebih menekankan kepada aspek tindakan sosial dalam mendefinisikan objek kajian memahami gejala-gejala sosial yang terjadi di masyarakat, menurut Weber, peneliti harus mampu menginterpretasi maksud atau tujuan tindakan pada tataran menyebut metode interpretatif ini dengan nama Verstehen Interpretative Understanding dimana peneliti mencoba memahami alasan orang-orang melakukan suatu tindakan. Oleh karena itu, objek kajian sosiologi menurut Weber pada dasarnya adalah tindakan sosial dan alasan dibalik tindakan tersebut. Apa itu Objek Kajian Sosiologi?Oke, kita sudah mencoba menjelaskan objek kajian sosiologi menggunakan karya dari 3 orang hebat diatas. Sejauh ini, apakah kalian sudah terbayang apa sebenarnya objek kajian sosiologi?Pada dasarnya, objek kajian sosiologi adalah fokus penelitian dari suatu kajian sosiologi. Ketika kalian melakukan kajian sosiologi, pasti ada suatu inti analisis yang akan kalian lakukan bukan? Nah, inti analisis atau benda/fenomena yang menjadi pusat analisislah yang disebut sebagai objek kajian sosiologi. Jenis Objek Kajian SosiologiSecara umum, objek kajian sosiologi terbagi menjadi dua, yaitu objek formal dan objek materiil/material. Berikut ini kita akan mencoba membahas lebih lanjut mengenai kedua jenis objek kajian MaterialObjek material pada dasarnya adalah suatu entitas, baik fisik maupun kultural yang menjadi materi’ atau pembahasan utama ilmu pengetahuan tersebut. Intinya, objek ini adalah sesuatu yang ada dan terlihat di sekitar material fisik dapat diteliti dengan menggunakan penelitian empiris dan observasi langsung. Sedangkan, objek material non-fisik dapat diteliti dengan diskusi dan gagasan-gagasan teoritis mengenai objek sosiologi, objek material umumnya merupakan gejala-gejala sosial yang muncul dan kaitan-kaitannya dengan hubungan kemasyarakatan. Segala fenomena yang membentuk pola dan melibatkan hubungan antar individu, individu dengan kelompok, atau antar kelompok masyarakat dianggap sebagai objek material gejala-gejala sosial yang terjadi di masyarakat, aktor-aktor yang terlibat dalam interaksi sosial tersebut juga dapat dianggap sebagai objek material. Objek FormalBerbeda dengan objek material yang lebih menekankan pada apa yang memang ada dan terlihat di sekitar kita, objek formal lebih berfokus pada perspektif atau upaya untuk memahami hal-hal pada umumnya mempelajari masyarakat yang saling berinteraksi satu dengan yang lainnya sehingga menghasilkan gejala sosial. Oleh karena itu, proses-proses yang membuat manusia menghasilkan gejala sosial lah yang dapat dianggap sebagai objek kasus ini, objek formal yang ada adalah interaksi, relasi, dan komunikasi sosial yang terjadi antara kelompok masyarakat tersebut. Hal-hal inilah yang dapat dipelajari untuk lebih memahami mengenai manusia dan gejala-gejala sosial yang terbentuk. nsbp;Perbedaan antara Objek Formal dan Material dalam SosiologiOke, bagaimana penjelasan diatas mengenai objek formal dan material dalam kajian sosiologi, sudah cukup jelas kah?Intinya kedua objek kajian sosiologi ini membahas mengenai hal yang sama, dari dua sisi yang berbeda. Peribahasa yang kerap digunakan adalah two sides of the same kita ingin membahas mengenai masyarakat miskin di pinggir sungai. Kajian mengenai objek material yang membahas mengenai poin utama dari penelitiannya tentu saja akan langsung memilih masyarakat kelas menengah kebawah yang tinggal di pinggir sungai sebagai objek kajian yang berfokus pada objek formalnya mungkin akan lebih banyak membahas mengenai proses-proses yang ada seperti tingkat pendidikan, kohesivitas sosial, kesempatan ekonomi yang ada, modal sosial, dan kelembagaan masyarakat lokal karang taruna, RT/RW, komunitas, dsb. Perkembangan Objek Kajian SosiologiObjek kajian sosiologi mengalami perkembangan yang sangat pesat dan kompleks seiring dengan berjalannya waktu. Sekarang, bahan-bahan yang dapat dijadikan sebagai objek kajian sosiologi jumlahnya sudah sangat banyak. Referensi-referensi yang dapat digunakan untuk mendukung penelitian juga sudah melimpah ruah, berbeda dengan zaman ini terjadi karena gejala sosial yang timbul di masyarakat semakin kompleks dan adalah jika sosiologi menjadikan agama sebagai objek kajiannya. Maka, agama dapat dilihat sebagai entitas yang memiliki gejala sosial berupa interaksi antar-umat, peraturan-peraturan agama, ritual-ritual keagamaan, dan lainnya adalah budaya yang menjadi objek kajian sosiologi. Dalam melakukan resolusi konflik, kadang pendekatan dengan menggunakan hukum negara tidak berjalan dengan baik. Oleh karena itu, perlu pendekatan dengan hukum adat atau budaya lokal di beberapa KontemporerSosiologi kontemporer atau kadang dianggap sosiologi kekinian bergerak lebih jauh dan radikal dalam menjadikan gejala-gejala sosial sebagai objek kajian. Di berbagai kampus dan lembaga kemasyarakatan, topik-topik yang sebelumnya jarang dibahas seperti identitas gender, kepemudaan, feminisme, dan kesehatan mental menjadi topik bahasan ini tidak lepas dari transfer informasi yang semakin pesat dikarenakan oleh globalisasi dan penghapusan batas-batas dunia. Dahulu, perdagangan internasional lah yang menyebabkan transfer informasi, makanya kota-kota pelabuhan umumnya lebih maju dibandingkan dengan daerah internet telah mendemokratisasi penyebaran informasi sehingga semua orang bisa menikmati informasi-informasi terbaru dengan sangat cepat. Menjamurnya internet dan interaksi online ini pun menciptakan objek kajian sosiologi yang baru, yaitu kajian mengenai media sosial pada dasarnya memfasilitasi individu untuk berinteraksi, membangun identitas, dan mengekspresikan diri, terkadang secara dilihat dari trend penggunaan media sosial dan internet secara keseluruhan, hal ini dapat menjadi objek kajian sosiologi yang sangat populer di masa peneliti dapat memfokuskan objek kajiannya pada relasi sosial digital, interaksi daring, identitas yang dibentuk melalui konten dan personifikasi, dan bubble effect yang diciptakan oleh algoritma canggih di sosial yang mungkin sedang populer adalah mengenai fenomena buzzer di internet, komunitas-komunitas akar rumput online yang anggotanya tersebar di seluruh wilayah indonesia, hashtag sebagai upaya branding, feeds instagram dan facebook sebagai pembangunan persona, serta fenomena booming tik-tok yang terkadang alay atau bahkan membahayakan Posts Mahasiswa at Institut Teknologi BandungIqbal adalah anggota Tim Olimpiade Geografi Indonesia TOGI dan pernah membawa pulang emas di iGeo 2017 Serbia, menjadi team leader di iGeo 2018 Quebec, dan menjadi juri OSN 2019 Manado. Kini, Iqbal melanjutkan studi di program studi Perencanaan Wilayah dan Kota Institut Teknologi Bandung .
a Objek Kajian Sosiologi. Seperti halnya dengan ilmu pengetahuan lainnya yang mempunyai obyek sebagai kajian, maka sosiologi pun juga mempunyai obyek sebagai kajian. Obyek sosiologi adalah masyarakat yang dilihat dari sudut hubungan antarmanusia dan proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat (Soekanto, 2006: 22).
- Pengertian sosiologi menurut para ahli beragam. Secara umum, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari masyarakat. Sebagai ilmu sosial, sosiologi memiliki 4 ciri utama. Dan, terdapat 6 hakikat dalam Comte adalah sosok pertama yang memperkenalkan istilah sosiologi pada tahun 1838. Dia melakukan itu dalam bukunya berjudul Cours De Philosophie sosok yang mencetuskan konsep sosiologi, Comte mendefinisikan sosiologi sebagai ilmu positif. Sosiologi mempelajari gejala-gejala sosial dalam masyarakat berlandaskan logika dan kontribusinya terhadap sosiologi, Comte, filsuf asal Perancis ini dinobatkan sebagai “Bapak Sosiologi”. Namun, terdapat 4 sosok besar lainnya dalam kemunculan awal sosiologi, yaitu Emile Durkheim, Karl Marx, Max Weber, dan Herbet Sosiologi Sosiologi merupakan salah satu cabang dalam ilmu sosial. Sosiologi berasal dari kata "sosial" yang memiliki arti "teman", serta "logos" yang berarti "pengetahuan". Sehingga, Sosiologi berarti ilmu yang mempelajari tentang kemasyarakatan. Objek utama dalam Sosiologi adalah masyarakat. Kajian pada masyarakat yang dimaksudkan adalah Hubungan timbal balik antara manusia dengan manusia lainnya; Hubungan antara individu dan kelompok; Hubungan antara kelompok satu dengan kelompok lain; Sifat-sifat dari kelompok-kelompok sosial yang bermacam-macam coraknya. Auguste Comte yang merupakan sosok penting dalam ilmu Sosiologi dunia. Ia mendeskripsikan bahwa Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari manusia sebagai makhluk yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama. Sosiologi merupakan ilmu sosial yang mempelajari segala aspek kehidupan bersama yang terwujud dalam asosiasi-asosiasi, lembaga-lembaga, ataupun Sosiologi Sebagai ilmu sosial, Sosiologi memiliki empat ciri utama. Berikut adalah ciri Sosiologi yang dikutip dari e-Modul Sosiologi kelas X. 1. EmpirisSosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang didasari pada observasi yang dilakukan terhadap kenyataan dan akal sehat, serta hasilnya tidak bersifat spekulatif. 2. TeoritisMerupakan ilmu pengetahuan yang selalu berusaha menyusun secara abstraksi dari hasil-hasil pengamatan. Abstraksi tersebut merupakan kesimpulan logis yang memiliki tujuan untuk menjelaskan hubungan sebab akibat sehingga menjadi teori. 3. KumulatifDisusun berdasarkan teori-teori yang telah ada sebelumnya atau diperbaiki, memperluas, serta memperkuat teori-teori yang lama. 4. Non-etisPembahasan suatu masalah tidak mempersoalkan baik ataupun buruk masalah tersebut, tetapi lebih bertujuan untuk menjelaskan masalah tersebut secara Sosiologi Terdapat 6 hakikat dalam Sosiologi yang dikutip dari Modul Pembelajaran SMA Sosiologi, diantaranya 1. Sosiologi merupakan ilmu sosialSosiologi bukan merupakan Ilmu Pengetahuan Alam, juga bukan merupakan Ilmu Kerohanian. 2. Sosiologi termasuk ilmu pengetahuan yang kategorisSosiologi bukan merupakan ilmu yang normatif. Ini berarti, Sosiologi membatasi pembahasan yang pada apa yang tengah terjadi, bukan pada apa yang akan terjadi, juga bukan pada sesuatu yang seharusnya terjadi. 3. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan murni pure science, bukan merupakan ilmu pengetahuan terapan applied scienceSosiologi merupakan suatu ilmu yang bertujuan untuk mengembangkan serta meningkatkan mutunya dipergunakan dalam masyarakat. 4. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang abstrakSosiologi melakukan pengamatan terhadap bentuk serta pola yang terjadi dalam masyarakat, bukan merupakan wujud konkret. 5. Sosiologi adalah ilmu yang rasional, dan terkait dengan metode yang digunakannyaSosiologi tidak berlawanan dengan akal sehat serta kenyataan yang ada, serta dalam penelitiannya menggunakan metode-metode Sosiologi. 6. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan umum, bukan ilmu pengetahuan khususSosiologi mempelajari gejala umum yang terjadi pada masyarakat, yang merupakan objek studi dari Sosiologi itu sendiri. Gejala umum yang dipelajari lebih ditekankan pada interaksi yang juga Apa Itu Konsep Interaksi Sosial dalam Sosiologi? Apa Itu Teori Sosiologi Klasik dan Pengertiannya Menurut Para Ahli Pengertian Apa Itu Pekerjaan Sosiolog Prospek Kerja & Tugasnya - Pendidikan Kontributor Endah MurniasehPenulis Endah MurniasehEditor Alexander HaryantoPenyelaras Ibnu Azis
.

jelaskan kaitan objek sosiologi dengan keberadaan kelompok sosial